![]() |
| Foto : Lingkaran Diskusi PMII Rayon Salahudin Al-Ayyubi |
Oleh : Suparman, Ketua Rayon Al-Ayyubi 2018-2019
Radikal berasal dari bahasa latin, yaitu radix, yang berarti akar, pangkal, asal mula dan sumber.radikal merupakan suatu paham yang menginginkan pembaharuan atau perubahan social dan politik dengan ekstrem dan draktis hingga keakarnya. Dari arti di atas dapat kita simpulkan bahwa paham radikalisme itu merupakan sekumpulan kelompok yang ingin menguasai segala hal yang berbau social dan politik dengan menggunakan kekerasan dan mengatas namakan agama.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi keislaman yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah, selain keislaman PMII juga merupakan organisasi kemahasiswaan yang berazazkan Pancasila. Ini artinya selain memperjuangkan keislaman PMII juga memperjuangkan bangsa. Dalam AD/ART PMII pasal 4 ayat 4 bahwa tujuan PMII yaitu Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT. Berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab serta berkomitmen dalam memperjuangkan cita-cita kemderdekaan Indonesia.
Oleh karna itu yang harus dilakukan kader PMII hari ini, untuk menangkal paham radiakal adalah:
Pertama, kader PMII harus menjadi magnet, artinya kader PMII menjadi daya tarik bagi mahasiswa yang lain dalam hal apapun, baik itu dalam bidang ilmu agama, pengetahuan, skill,dan potensi-potensi lainnya. Dengan Melihat mahasiswa hari ini yang lebih banyak termakan oleh isu-isu miring dan waktu, lebih lebih di zaman milenial ini mahasiswa lebih cenderung belajar dan bermain dengan teknologi, maka kader PMII hari ini tentu harus menjadi daya tarik bagi mereka.
Kedua, kader PMII harus menjadi Atmosfer, artinya kader PMII menjadi penangkal bagi paham yang berbau radikal, baik yang ada di kampus maupun yang ada di luar kampus. Terlebih sebagai penangkal bagi kelompok-kelompok yang ingin menghacur belahkan Negeri tercinta ini. Maka hari ini dan seterusnya kader PMII tentu harus lebih berperan penting dalam menjaga ketertiban bangsa.
Ketiga, kader PMII harus menjadi air yang jernih, artinya kader PMII dimanapun berada harus siap pakai dan menjadi pengayom mahasiswa dan masyarakat, seperti layaknya air yang jernih siap diminum dalam keadaan apapun. Mantan ketua PB PMII sahabat Imam Nahrawi mengatakan bahwa dimanapun kita berada kita harus memberikan manfaat.
Untuk membenahi ketiga aspek tersebut tentu Kader PMII hari ini Harus kembali kehabitatnya yang semula yakni;
Pertama, kembali ke akademis, kemudian di akademis inilah Kader PMII memperdalam ilmu ilmu pengetahuan lainnya, Sehingga tidak kalah saing dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain, dan disinilah kader PMII berperan penting untuk menjadi daya tarik bagi mereka, dengan melakukan diskusi diskusi yang nantinya akan mengarah kepotensi akademis.
Kedua, kembali kemusolla, melihat faktanya hari ini banyak lembaga lembaga dan musolla yang sudah dikuasai oleh paham paham radikal, tentu disini yang harus dilakukan kader PMII mengisi ruang ruang itu untuk menagkal paham-paham radikal tersebut. Selain manangkal paham paham yang tidak jelas maka di musolla inilah Kader PMII mengasah potensi yang di miliki baik itu dalam bidang keagamaan dan bidang ilmu lainnya.
Ketiga, Kader PMII kembali ke Masyarakat, karna sejatinya mahasiswa mempunyai dua tanggung jawab yang besar yakni tanggung jawab secara akademis dan tanggung jawab sosial. Maka kemudian untuk menjalankan tanggung jawab sosial maka kader PMII harus kembali kemasyarakat. sehingga arah dan subtansi berproses di PMII kedepannya akan terasa.
Hari ini dan kedepannya kader PMII tentu lebih banyak melakukan gerakan gerakan baru seperti gerakan intelektual,gerakan ketrampilan dan trobosan trobosan baru. Sehingga kader PMII bisa berdaya saing dengan ormas-ormas lain dan lebih lagi dengan kemajuan zaman dan teknologi ini.
