![]() |
| Foto : Anggota dan Pengurus PMII Rayon Salahudin Al-Ayyubi (FTIK) (pmiimataram.or.id/ist). |
Oleh : Suparman, Ketua Rayon Al-Ayyubi 2018-2019
Potensi merupakan sebuah kemampuan dan kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang memiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau di pergunakan secara maksimal. Dalam kamus ilmiah potensi di artikan sebagai kekuatan, kesanggupan, kemampuan, pengaruh, daya dan kefungsian. Dari pengertian ini, potensi dapat kita artikan sebagai kemampuan dasar yang terpendam dan dapat dirasakan hasilnya setelah kemampuan itu di kembangkan. didalam Al-Qur'an juga dijelaskan tentang potensi.
Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan Imu Pengetahauan dan Teknologi (IPTEK) berbagai persoalan muncul di dunia aktivis dengan segala kompleksitasnya.
Dalam dunia organisatoris tampaknya belum sepenuhnya mampu menjawab berbagai persoalan akibat perkembangan ilmu pengetahuan. guna untuk mengoptimalisasi persoalan tersebut, perlu adanya proses pelayanan dan kaderisasi lebih bersinergi dengan pelayanan dan kaderisasi yang lebih efektif, sehingga potensi yang dimiki oleh kader tersebut bisa terorganizir.
Berbicara tentang potensi, banyak kader-kader Pergerakan Mahasaiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, memiliki kemampuan maupun bakat diberbagai bidang yang masih mengkristal belum terealisasikan. potensi-potensi itu membeku seperti layaknya kristal yang belum sepenuhnya tercairkan di permukaan serta terlihat dan dipergunakan secara maksimal, akan tetapi tidak semua potensi itu membeku, lebih-lebih potensi yang dimiliki oleh kader PMII komisariat UIN Mataram wabil khusus kader PMII Rayon Sholahudiin Al Ayyubi Fakutas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.
Rayon Salahudin Al-Ayyubi menaungi 5 (lima) jurusan yakni; jurusan Pendidikan Agaman islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Tadris Bahasa Ingris (TBI).Maka dengan demikian, Ketua Rayon Sholahuddin Al-Ayyubi menyebutkan beberapa potensi yang sudah muncul di kader-kader PMII Rayon Sholahuddin Al-Ayyubi Komisariat UIN Mataram, di antanya:Tilawatil Qur'an, Tahfizul Qur'an, Bahasa Ingris dan Arab, Melukis atau Kaligrafi, Menulis dan masih banyak potensi -potensi yanng di miliki oleh kader Al-Ayyubi.Potensi yang di miliki oleh kader PMII tidak hanya di Rayon Al-Ayyubi akan tetapi di masing-masing rayon di bawah naungan Komisariat UIN Mataram.
Tingkatan Rayon dan Komisariat se-UIN Mataram memiliki potensi yang berbeda dari rayon yang satu dengan rayon yang lain sebut saja Rayon AL-Farabi yang bernaung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) lebih menumbuhkan jiwa sosialnya, sebut saja I Gusti Abdul Aziz (Direktur Coin Foundation), Rayon Al-Afghani yang bernaung di Fakultas Syari'ah (FS) menjadi rahim yang selalu melahirkan Orator-orator ulung, sebut saja Kusuma Wardana (Dodek), Rayon Al-Ghazali yang bernaung di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) salah satu rahim yang selalu melahirkan seorang penulis handal,berbakat dan profesional, sebut saja Agus Dedi Putrawan, Rayon Ibnu Sina yang menaungi Fakultas Tarbiyah melahirkan desainer dan koenseptor dan Rayon Ibnu Khaldun masih berjalan, selain itu masih banyak ptensi yang dimiliki oleh kader dari masing-masing Rayon tersebut. Dengan beragamnya potensi inilah perlunya konstruktif lebih di optimalkan lagi oleh masing-masing Rayon yang ada di PMII Komisariat UIN Mataram.
Maka dengan demikian, di samping itu optimalisasi pelayanan untuk anggota dan kader perlu di tingkatkan oleh masing-masing Rayon untuk mengoptimalisasi potensi-potensi yang mengkristal di anggota maupun kader PMII yang ada di Komisariat UIN Mataram. Untuk itu, Selain gerakan intelektual, pemikiran, dan gerakan jalanan, lewat tulisan ini penulis menawarkan gerakan keterampilan.Gerakan keterampilan ini nantinya akan mengerucut bagaimana mengasah potensi-potensi yang ada di setiap anggota dan kader.
Keterampilan merupakan suatu kemampuan dalam mengunakan akal, pikiran, serta kereatifitas mengerjakan sesuatu itu lebih bermakna sehingga dari hal tersebut menghasilkan sebuah nilai. Keterampilan juga tidak hanya kemampuan dalam menggunakan akal dan fikiran, tetapi menurut para ahli keterampilan di artikan sebagai berikut:
Menurut Gordon (1994) keterampilan merupakan kemampuan seseorang dalam mengoprasiakn pekerjaan itu lebih mudah dan tepat. Pendapat ini lebih kearah kegiatan/aktifitas yang memiliki sifat psikomotorik.
Menurut Dunette (1976) keterampilan merupakan pengetahuan yang di dapatkan serta di kembangkan melalui latihan atau training serta pengalaman dengan mengerjakan berbagai tugas. Pendapat ini lebih ke arah aktivita daalam bentuk pengalaman.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat di artikan bahwa keterampilan adalah sebuan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengembangkan serta mengaflikasikan potensi yang sudah ada, baik potensi diri sendiri maupun orang lain. Gerakan keterampilan ini akan lebih mengerucut kearah bagaimana mengkonstruktif potensi yang sudah di miliki oleh setiap kader PMII yang ada di komisariat UIN Mataram, wabil khusus kader PMII Rayon Al-Ayyubi. Yang nantinya selain melahirkan kader-kader intelektual juga akan melahirkan kader yang kereatif dalam berkarya, sehingga menghasilkan sebuah prestasi.
