Beranda Tentang Kami Kaderisasi Advokasi & Gerakan KOPRI Mataram Kontak Cabang
Fadhil Pulau Biru Opini PMII

Terima Kasih Celaan

Diterbitkan: November 10, 2019 Oleh: Muhammad Wildan

Oleh : Muhammad Fadlullah

pengangguran !. Cela aktivis MAPALA (Mahasiswa Paling Lama) satu angkatan bersamaku di tahun 2000-an, kala duduk di tepi jalan dekat warung tongkrongan. "Sarjana Pengangguran" cemohnya sambil memberi raut wajah angkuh (maklum, aktivis MAPALA yang kesohor namanya, dikala jadi Korlap aksi soal keadilan di rel pendidikan kampus).

Akupun membalas dengan senyum padanya (yang mengaku aktivis hebat ditakuti pejabat) pada rezim pembodohan, umara' berdarah macan. Duduk bersimpuh di tengah aktivis MAPALA (Mahasiswa Paling Lama), mengingatkan kembali saat jadi mahasiswa di tahun 2000-an silam.

Akupun mulai sedikit meruncing obrolan seputar politik NTB yang kurang mengayomi pemuda, padahal dunia bisa diguncangkan 10 pemuda. Bahkan 11 pemuda mampu mewakili indonesia di jagad sepak bola internasional. Dengan angkuhnya aktivis MAPALA (Mahasiswa Paling Lama), membelah kataku dan berucap "ente tau apa soal politik NTB, wahai sarjana muda tak punya kerja", dengan nada sombong tak bermartabat. Rendah diri dan tawaku melihat pintar nan cerdasnya aktivis MAPALA (Mahasiswa Paling Lama), yang katanya hebat dalam segala cara. Hahahahahahhaa, "ngaku makan asam garam pahit manis organisasi, tapi akademisi ditinggal pergi. Tuntutan orang tua ditelan syorga pengalaman di luar nalar.

Aktivis pintar, cerdas, lincah, dan lihai, ialah aktivis yang mampu menyeimbangi kegiatan organisasi dan akademisi "kata pakar demonstrasi lulusan Universitas Negeri tahun ini". Dengan hebatnya merasa diri paling bisa, mengupas habis semua kewibawaan politik Jokowi-JK.

Akupun terkesima dan melihat gerak gerik tangannya dalam retorika (seperti PASKIBRAKA saat mengibarkan bendera). Dialog singkat antar Sarjana pengangguran dan aktivis MAPALA ( Mahasiswa Paling Lama) di tengah ramainya kendaraan beroda, seketika itupun berhenti dalam larutnya kopi hitam dan 2 bungkus rokok surya ditelan waktu percekcokan.

Ada baiknya besok kita lanjutkan, dikala jumpa di lain kesempatan "kataku pada keangkuhan sang aktivis MAPALA (Mahasiswa Paling Lama). Kamipun berpisah dalam langkah yang tak tentu arah.