Beranda Tentang Kami Kaderisasi Advokasi & Gerakan KOPRI Mataram Kontak Cabang
Diskusi Runtinitas PMII Rayon Al Farabi

Tingkatkan Esensi Mahasiswa, PMII Al Farabi Kembali Diskusi Runtinitas

Diterbitkan: November 07, 2019 Oleh: Eka Wanora Afiza

Kampus I- | Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Al Farabi kembali menggelar diskusi runtinitas mingguan memaknai bagaimana mengembangkan mental yang ada pada kader-kader Pergerakan Al Farabi. Kamis, (07/19).

Dosen muda Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Fatthurrahman sebagai pemateri diskusi mingguan tersebut. Nampak sebanyak 40 anggota maupun pengurus begitu antusias mengikuti diskusi mingguan rutin ini yang disepakati bersama waktu itu.

Nampaknya semua yang memngikuti diskusi ini begitu serius dan penuh semangat yang membara.

Dalam hal ini Dosen muda UIN Mataram dalam diskusi memaparkan tentang "Tri  Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian. Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Seluruh dosen (pendidik), serta orang-orang yang terlibat dalam proses pembelajaran juga harus memiliki tanggung jawab yang sama. Pendidikan dan pengajaran adalah point pertama dan utama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan danpengajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu proses pembelajaran dan begitu juga seterusnya", terangnya dalam kata pengantarnya.

Ia menambahkan "point penting yang semestinya kita bahas adalah terkait tema yang diangkat dalam diskusi kali ini "Makalahku Berkualitas, Presentasiku Bernilai A+". Oleh sebab itu, untuk mengetes mental kalian, silahkan maju belajar berbicara di depan banyak orang", terangnya.

Kemudian masing-masing mahasiswa disuruh maju untuk menjelaskan apa Tri Dharma itu yang sesungguhnya untuk mengetes mental dan kemampuan mereka. Supaya kader-kader PMII tahu esensi dari mahasiswa yang sesungguhnya. Kemudian yang tidak hanya sekedar duduk, dongong, datang ke kelas.

Selaim itu, ia memberikan pengetahuan bahwa orang yang tidak selesai kuliahnya adalah orang Radikal karena merugikan dirinya dan orang lain.

Oleh karna itu, ia berharap tentunya "untuk mengembangkan esensi dari mahasisawa yang sesungguhnya, agar mampu meningkatkan diri lebih semangat lagi untuk kedepannya, dan tentunya bisa bermanfaat bagi orang lain", tutupnya.