(Fadhil Kampoengan)
Meraih manisnya janji syaithan, mendekap pada pohon berakar hingga memakan buah derita.
Diusirnya dari syorga sang Pencipta alam semesta, Adam dan Hawa terpisah menangis meratap tak berdaya meracik bumbu dosa.
Adam mencari sosok sang Hawa, melantunkan ikrar cinta nan rindu tiada tara. Berdzikir, berfikir, melangkah, menggapai secercah harapan hingga dua insan menyatu dalam dekapan di sebuah gunung penantian
Mentari Uhud diterjang padang pasir dipijak telapak kaki tanpa alas, panasnya semerbak membakar lunglai kekar tubuh sang Adam.
Hawapun meratap memeluk jiwa pertama dalam satu arungan bumi "ialah Adam". Keduanya melahirkan banyak insan hina sebagai tetesan jagad peradaban demi peradaban.
Wanita Jadul Jaman Nurbaya
Aku tak tahu harus memulai kata, hendak bagaimana mengawali sebuah coretan dinding tentang sosokmu nona
Syair kalbu kuikrarkan melalui kisah romantisnya cinta Adam dan Hawa.
Bismillah,,, panjatan doa semoga saja tulisan ini bermakna
Ia Nurbaya, wanita cantik tahun 70-an menginspirasi semua kalangan, baik tua maupun muda. Sebagai idola dimasanya, Nurbaya yang elok rupa manis manja, bibir terbelah bak belahan laut pukulan tongkat sang Musa, lesung pipinya ditambah senyum membahana, rambut air, hitam panjang ikal berderai melambai lambai ditiup angin sepoi-sepoi.
Tapi sayang cintanya kandas bak pesawat lepas landas, orang tuanya memaksa "siapa saja yang mau bersanding dengan Nurbaya, maka tumpukan gelimangan harta dan dari keturunan raja yang menjadi syarat utama".
Wadoh, mana ada lelaki yang berani nikahi Nurbaya, yang pada akhirnya Nurbayapun janda sampai tua.
Hahahahahaha, akupun tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan dahak serta percikan ludah.
Wanita Jadul Jadi Pahlawan
Sebut saja, Cut Nyak Dien, Cut Meutiah, RA. Kartini, RA. Kartika, dan masih banyak lainnya.
Wanita pejuang kemerdekaan, ada yang berjuang melalui peperangan melawan penjajahan, ada pula yang berjuang melalui jalur pendidikan.
Dedikasi dan sumbangsih bagi bangsa dan tanah pertiwi, tumpah keringat serta darah demi Indonesia merdeka dan menjadi negara yang berdaulat berdiri kokoh dari Sabang sampai Merauke.
Merah putih berkibar di atas tiang tinggi menjulang, merah putih biru dibakar dibawah semangat jiwa yang berkobar.
Merekalah wanita yang melawan angkuh dan sombongnya monyet-monyet Belanda. 3 setengah abad, kokohnya tembok derita durjana buatan Negara kincir angin berdiri, hancur dan runtuh diterjang angin perjuangan setelah melalui teka-teki taktik perjuangan Pahlawan Wanita.
Tak heran, 17 Agustus 1945, ikrar kemerdekaan dikumandangkan.
Kau bukan wanita masa kini, taunya foto selfi, pakai bikini, pamer body seksi, menjadi pembantu di luar negri, atau bahkan menjual harga diri.
Wanita Jadul
Akupun tak habis pikir
Perjuanganmu tak mereka hargai
Keringat darahmu mereka lacuri.
Lusuh, kumuh pakaian dan bau badanmu mereka caci.
Lucunya lelucon wanita Modern
