Oleh: Ahmad Halimi pengurus rayon PMII Ibnu Khaldun
Email: ahmadhalimi321@gmail.com
Mengkaji sebelum membagi, sebuah pesan bagi penikmat media sosial hari ini. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah mempengaruhi peradaban manusia saat ini, adanya media Online menjadikan masyarakat mudah dalam berkomunikasi sekaligus menerima informasi. Saat ini penggunaan media Online tidak hanya dilakukan oleh situs berita yang dikenal masyarakat, tetapi juga dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, dari yang muda sampai yang tua.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tersebut tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak negatif. Penyampaian informasi yang begitu cepat memudahkan setiap orang menerima dan memproduksi suatu informasi melalui platform media sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram ataupun telepon genggam. Kemudahan tersebut membuat semua orang bisa berbagi informasi dengan mudah dan serba cepat. Akan tetapi, adanya hal tersebut, menjadikan media sebagai sebuah ancaman. Salah satu adalah ancaman informasi hoax.
Hoax menjadi musuh baru di masyarakat saat ini, Hoax sebutan dari suatu informasi, berita, ucapan, maupun kalimat yang belum terbukti kebenarannya. informasi hoax digunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menimbulkan konflik, memprovokasi masyarakat, menebar kebencian dan menjatuhkan pihak lain, yang mengakibatkan masyarakat terpecah belah.
Keberadaan internet semakin cepat, berperan dalam memajukan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi manusia melalui informasi. Namun dengan keberadaan internet yang tidak terbatas membuat internet memiliki negatif bagi penggunanya. Banyak aspek telah terkontaminasi berita hoax, mulai dari dunia hiburan, pendidikan, politik, kesehatan dan masih banyak lainya.
Jika hal tersebut dibiarkan, kekhawatiran berdampak pada generasi muda. Oleh karena itu penting bagi kita semua khususnya generasi muda agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi dan membagikan informasi di internet. Karena jika kita kurang teliti dalam menyebarkan suatu informasi yang tidak jelas, maka akan menyebabkan kebingungan di tengah masyarakat. Untuk mencegah penyebaran berita hoax, sosialisasi literasi media menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan.
Literasi media adalah kemampuan dalam memahami, menganalisis, segala informasi yang tersebar di media sosial. Literasi media lebih menekankan edukasi agar masyarakat tahu bagaimana mengakses dan memilih informasi yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan yang ada. Dengan sosialisasi literasi media, masyarakat akan menjadi lebih kritis, peka terhadap semua informasi yang tersebar di media masa, serta mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas intelektualnya.
Mewujudkan generasi anti hoax, perlu dilakukannya sosialisasi pada masyarakat agar melek media. Terutama dalam menyikapi informasi dari media yang semakin canggih yang dapat mempengaruhi cara berpikir, merasa dan bersikap. Sosialisasi literasi media dapat dilakukan dengan berbagai cara, melakukan pertukaran informasi dengan terkait hoax dan membuat forum-forum diskusi yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap hoax.
Sosialisasi literasi media juga harus diterapkan di kurikulum pendidikan sekolah karena dapat menjadi keterampilan dasar berkomunikasi. Karena dengan itu dapat menuntun seseorang agar dapat mengambil informasi media massa yang berguna bagi kehidupannya. Orang yang menguasai ilmu tentang melek media akan memahami segala bentuk informasi yang disajikan, mereka juga akan mampu mengubah dan merespon informasi yang beredar menjadi komprehensif, utuh dan sesuai dengan tuntutan norma yang berlaku di masyarakat.
Oleh karena itu penting dilakukannya sosialisasi literasi media agar membantu semua orang dalam mengolah informasi dan memiliki pengetahuan tentang isi media. Sehingga dapat mengendalikan pengaruh informasi yang tidak jelas kebenarannya. Karena dengan itu akan tercipta generasi anti hoax