
Ulul Albab secara umum didefinisikan sebagai seseorang yang selalu haus akan ilmu pengetahuan (olah pikir) dan iapun tak lupa mengayun dzikir. Ulul Albab-citra diri seorang kader PMII, dengan sangat jelas disarikan dalam motto PMII dzikir, fikir dan amal sholeh. Maka beruntung dan berbanggalah kita yang hari ini menjadi kader pergerakan, karena sesungguhnya kita sebagai individu-individu telah dipersatukan oleh kontruksi ideal seorang manusia yaitu Ulul Albab.
Didalam beberapa panduan buku PMII, disebutkan bahwa kader Ulul Albab sesungguhnya banyak digambarkan dalam Al-qur’an. yang kemudian dari elaborasi ayat-ayat Al-qur’an tersebut dapat dicirikan bahwa kader Ulul Albab :
pertama) Berkesadaran histories-primordial atas relasi Tuhan-Manusia-Alam. Kedua) Berjiwa optimis-transendental atas kemampuan mengatasi masalah kehidupan. Ketiga) Berfikir secara dialektis. Keempat) Bersikap kritis. Terakhir) tindak transpormatif.
Jika kita merujuk pada tafsir idiologis PMII yang dikemukakan oleh sahabat Irfan PMII Manado (Buku jati diri kader pmii), bahwa PMII adalah pergerakan kaum muda yang memiliki dinamisitas dengan kualitas dialektis dan histories, memiliki intelektualitas yang kritis pada realitas dan berpihak secara tegas di tingkat praktis, maka jelaslah jika Ulul Albab adalah citra diri kader PMII.
Ciri pertama yang disebutkan diatas, dapat diterjemahkan bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk yang terikat dengan “perjanjian-primordial” dengan Tuhan dan karenanya manusia selalu hidup dalam bingkai keTuhanan. Kemudian atas ikatan janji itu manusia bertanggung jawab sepenuhnya atas proses sejarah yang terjadi dan dia tidak bisa mengelak perjanjian itu, yaitu sebagai insan yang berketuhanan dan sebagai Kholifah di muka bumi.
Oleh karena itu patutlah bila rumusan kader Ulul Albab (manusia seutuhnya) ini dijadikan spirit untuk kita dalam mengaktualisasikan segala kemampuan yang dimiliki oleh setiap kader PMII. Dengan spirit ini kita bersama menciptakan satu pandangan yang sama bahwa kita kader PMII mampu melawan menstrim berfikir kita yang selama ini ditanamkan oleh Negara.
Tentunya dengan terus menambah wawasan dan pengetahuan, sebab dengan itu dapat tercipta dinamika berfikir yang dialektis yang kemudian dielaborasikan dengan kondisi realitas yang hari ini sedang kita hadapi. Dari sinilah kemudian akan timbul sikap kritis yang kemudian terus berkembang menjadi sebuah pengetahuan baru dan dari pengetahuan ini akan memaksa kita untuk bertindak transpormatif.
Tentunya kita sudah dapat melihat bahkan merasakannya, bagaimana kebijakan-kebijakan para pemimpin kita. Yaitu orang yang selama ini mengambil keuntungan dari rakyat dengan selogan bahwa kebijakan yang dibuat seluruhnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Jika kita menyaksikan ini semua maka jelas kesejahteraan rakyat semakin terpuruk. Sementara kita kaum terpelajar secara tak sadar sesungguhnya jiwa dan pikiran kita telah dibius oleh Negara melalui pendidikan formalnya, yaitu pendidikan yang katanya di bangun untuk mencerdaskan anak bangsa namun justru menanamkan kemalasan berfikir dan berkreatifitas.
Apabila kader PMII tidak menyadari kesenjangan-kesenjangan tersebut diatas, maka Ulul Albab tak pantas disandang sebagai citra diri kader PMII. Sudah saatnya kader PMII tahu dan memahami bahwa kader PMII menyandang citra diri Ulul Albab, yaitu orang yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan orang yang haus dengan ilmu pengetahuan tentunya akan obati kehausan itu, tentunya dengan terus aktif dalam kegiatan-kegiatan PMII, menciptakan diskusi-diskusi kecil untuk sekedar ungkapkan kegelisahan atas realitas yang terjadi, dan terus mengkualitasi dirinya dengan menambah wawasan dan pengetahuan agar mampu membebaskan diri dari kemalasan berfikir dan dapat bertindak transpormatif.
Sangatlah mustahil kita dapat merubah kondisi hari ini, jika kita masih ogah-ogahan dalam menggali pengetahuan dan menciptakan pengetahuan. Maka jika kita mau menjadi kader pelopor (Ulul Albab) maka kita harus berjiwa optimis transcendental. Dimana pada dasarnya jiwa tersebut hanya dan selalu lahir dari jiwa orang-orang yang bertaqwa.
Didalam Al-qur’an disebutkan bahwa “barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan selalu memberikan kepadanya jalan keluar”. (Q.S Al-Talaq/65 :2)
Jadi jika kader pergerakan terus berkomitmen dalam dunia pergerakan, berarti siap untuk mengangkat dan menyandang citra diri sebagai kader Ulul Albab. Artinya tidak perlu ragu dan takut dalam menggali wawasan dan pengetahuan-pengetahuan baru dalam sebuah wadah yang bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
Salam Pergerakan ™kaderululalbab
@Satria.Jr13