Akhir-akhir ini indonesia khususnya diserang melalui hal-hal yang berbau radikalisme, kata-kata radikal selalu dikaitkan dengan agama, padahal secara umum semua agama mengajarkan hal-hal tentang kebaikan, lalu dari sisi mana agama itu dianggap sebagai paham radikalisme ?, kata-kata radikalisme sebenarnya kurang cocok dengan keadaan tersebut, yang lebih cocok adalah barbarisme atau brutalisme.
Perlu kita pahami bahwa paham radikalisme adalah paham segelintir orang yang membawa kebenaran idelogi pada dirinya lalu dibawa ke ruang umum, sehingga mengakibatkan pergesekan (kekerasan) oleh kaum yang memahami ideologi lain, atau lebih singkatnya menganggap paham idelogi pada dirinya paling benar, hal itulah yang dianggap salah dalam pandangan sosial
Indonesia terbentuk atas dasar nilai-nilai ke pancasilaan, kebangsaan, keagmaan, banyak suku, ras dan budaya lainnya, perbedaan lah yang menyatukan sehingga terbentuk negara indonesia, orang-orang yang tergabung dalam radikalisme sudah mengesampingkan sejarah terbentuknya indonesia, lebih parahnya lagi hampir melupakan, dan peluang orang-orang radikalisme sangat besar untuk mendoktrin orang yang memang lemah terhadap sejarah perjuangan kebangsaan indonesia
Pendidikan secara umum sebagai dasar utama untuk mencerdaskan bangsa, sebagai tonggak utama untuk melawan kebodohan, peran pendidikan sangatlah penting, namun peran pemerintah masih dikatakan minim dalam menjalankan Fungsinya, di era saat ini pendidikan di monopoli bahkan sebagai ajang bisnis, sehingga fungsi dari pemerintah jauh dari kata mencerdaskan rakyat itu sendiri, jangan salahkan pada akhirnya indonesia krisis sosial dan krisis moralitas yang berujung radikal, karena banyak sekali rakyat di pelosok-pelosok negri ini belum bisa mengenyam pendidikan dengan baik, dengan alasan infrastruktur yang kurang memadai, keterjangkauan, jarak tempuh dan pasilitas pendidikan sulit didapatkan, banyak relawan yang memang bisa diandalkan, namun lagi-lagi jika pemerintah kurang mensuport (keikutsertaan), maka akan sia-sia saja hal tersebut.
Jadi hal-hal yang demikian itu perlu ditingkatkan lagi oleh pemerintah dan para kaum intelektual harus terlibat dalam memperjuangkan peradaban menuju perdamaian bangsa dan bernegara
