Beranda Tentang Kami Kaderisasi Advokasi & Gerakan KOPRI Mataram Kontak Cabang
Berita Komisariat Rayon

Sampah Pemimpin profesional

Diterbitkan: Juni 26, 2021 Oleh: Redaksi

 

Baiq Dian Kurniawati | Rayon Salahuddin Al Ayyubi

Kepemimpinan Profesional adalah kepemimpinan yang mempunyai etika di dalamnya.  Menjadi pemimpin janganlah berharap untuk semua orang akan tunduk menghormati, tetapi berharaplah mampu dan bisa memberikan perlakuan baik, contoh yang baik serta mampu transfer etika, moral dan akhlak yang baik bagi yang kau pimpin. 

Bukankah seroang pimpinan itu tongsampah..?? Ia pemimpin adalah tong sampah, tong sampah yang tempat ditaruh sisa-sisa atau Sampah-sampah ntah itu sampah yang sudah busuk atau sampah yang sudah siap membusuk

Jangan pernah marah ketika orang tak mampu memberimu penghormatan sesuai harapanmu, tapi tegurlah dirimu marah semarah-marahnya kenapa kau tak mampu memberikan mereka pemahaman terkait dunisa sosial. Kenapa kau tak mampu menjadikan dirimu contoh terbaik bagi mereka yang kau pimpin, kau terlalu sibuk bersolek dengan jabatan dan gila akan penghormatan. 

Bukan lagi seperti apa hasil engkau memimpin, tapi sejauh mana kau mampu berbaur dan berbaur dengan mereka masyarakat yang dalam femikirannya memberikan femahaman yang berbeda, kamu siap tidak menerima segala kritikan dan hujatan atau bahkan kau akan marah dengan keritikan masyarakat..? 

Hay kau pimpinan, kau tak usah bersorak ria, menyampaikan segala janji dan angan angan bagi kami masyarakat yang sudah terbiasa kelaparan sedangkan kenyang dengan janji yang hanya manis ketika berada diatas mimbar lapuk, kau tak usah berlagak sebagai malaikat padahal niatmu hanya sebatas menjabat. 

Berikan kami contoh yang baik, yang bermanfaat sebagai bekal kami berjalan diatas tanah yang gersang, batu yang panas serta udara yang kosong. Sangan penguasa lupa diri, tidak pernah menoleh kepada kami. Ia kami yang sedang kelaparan, tenggorokan kami kering, perut kami berdering tenaga kami habis sedang kau tertawa ria kenyang diatas meja dengan sejuta kemewahan. 

Bukan hanya janji saja yang hilang, bukan tenggorokan kami saja yang retak tapi piring kami serta dunia kami juga hancur wahay pimpinan,,, janjimu itu kemana? Kau tak pantas aku sebut Pimpinan yang siap menjadi tong sampah tapi kau adalah sampah masyarakat yang kami bungkus dengan lebel pimpinan