Beranda Tentang Kami Kaderisasi Advokasi & Gerakan KOPRI Mataram Kontak Cabang
Berita Kaderisasi PKL

PKL VIII PMII Mataram Diikuti 22 Kader, Hadirkan Instruktur Nasional dari PB PMII

Diterbitkan: Agustus 13, 2026 Oleh: Redaksi


MATARAM — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mataram menggelar Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) VIII sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas dan kaderisasi organisasi.

Kegiatan PKL VIII PMII Mataram berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Agustus 2026, bertempat di UPT Asrama Haji Mataram.

Sebanyak 22 kader PMII mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri dari 20 kader PC PMII Mataram, satu peserta dari PC PMII Buleleng, serta satu peserta dari PC PMIK Kupang.

Kegiatan ini menghadirkan Instruktur Nasional dari Tim Kaderisasi PB PMII, Rendro Prastyan Winanta. Sementara itu, instruktur daerah yang terlibat dalam proses pelatihan yakni Lalu Sahrul Apryan, Badrul Muhayat, dan Lalu Rengga Hasbuana.

PKL merupakan salah satu tahapan penting dalam sistem kaderisasi PMII yang diarahkan untuk membentuk kader dengan kapasitas kepemimpinan, kemampuan analisis, serta komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan organisasi.

Melalui PKL VIII ini, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan wawasan ke-PMII-an, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, manajemen organisasi, serta memahami berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Keterlibatan peserta dari luar Mataram juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring kader PMII lintas cabang. Kehadiran peserta dari PC PMII Buleleng dan PC PMIK Kupang diharapkan dapat memperluas pertukaran gagasan dan pengalaman antarkader.

Pelaksanaan PKL VIII PMII Mataram sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kader di tingkat cabang, sehingga lulusan kaderisasi lanjutan dapat mengambil peran lebih besar dalam organisasi maupun di tengah kehidupan masyarakat.

Dengan berakhirnya PKL VIII pada 13 Agustus 2026, para peserta diharapkan tidak berhenti pada capaian pelatihan, tetapi mampu mengimplementasikan pengetahuan, gagasan, dan nilai-nilai kaderisasi dalam kerja-kerja organisasi serta pengabdian kepada masyarakat.